7 Maret 2009
Hari yang sepi. terlupa akan janji dengan sahabat tersayang, wuri.
“jadi ga hari ini kita jalan?”, deret kata sms yang saya baca sore itu, ketika masih mengantri di sebuah Bank seputaran jl. Kapt. A Rivai. dengan sigap saya balas sms nya,
“insyAllah,tunggu saja jam 4 di Masjid”, jauh sebelum hari ini, semua sudah direncanakan. rutinitas disaat benak sudah penat dan butuh teman berbagi!! biasanya saya yg mewek minta di ajak ke dermaga, tapi kali ini dia sendiri yang merayu saya untuk bersedia meluangkan waktu, duduk santai menikmati senja di dermaga sambil makan roti bakar dan teh botol dingin.
mendengar cerita mengalir dari lisannya, kuurungkan niat untuk membagi apa yang menggumpal dalam benak.
aahh,, ternyata masalah ku tak seberapa jika dibanding dg masalah yg ia hadapi. harusnya aku bersyukur, sudahlah,, lebih baik ditelan saja sendiri, ceritaku hanya akan menambah beban hidupnya
begitulah saya! hingga akhirnya hanya sedikit saja yang saya bagi dg sahabat saya sore itu, karena saya melihat beban hidup yang ia rasa sudah membuat ia begitu letih, dan saya tidak menambahi keletihannya itu dg cerita saya yang tidak penting.
langit sore, angin bertiup semilir, arus sungai yang tenang, penjaga security dermaga yang ramah, kepak sayap elang yang berputar riang di hadapan, menjadi penyempurna terapi hati kami sore itu. hilang sudah beban yang sepekan ini membuat saya begitu putus asa, kehilangan pegangan hidup dan merasa begitu tidak berarti.
banyak cara Allah menghibur hati saya, dengan ujian yang berjalan lancar, uang beasiswa turun, sepupu saya sembuh dari sakitnya, pembimbing skripsi yang begitu mengerti dg kondisi saya saat ini, saudara yang merangkul saya begitu saya terisak butuh dikuatkan (thx, ney!),, begitu besar nikmat Allah,, begitu indah cara Allah menghibur saya,, alhamdulillah waa syukurillah..
hari itu, Allah mengajarkan banyak hal, tidak hanya menjadi pendengar yang baik untuk sahabat saya, tapi juga menghargai kesehatan, dua orang yang saya besuk mampu membuat saya berfikir ulang untuk menyepelekan kesehatan yang selama ini kerap terjadi.
de fadli yang sakit cacar, sama bude tati yang sakit pengkeroposan tulang,, saat besuk bude tati, saya melihat beberapa pasien yang kondisinya mengkhawatirkan. tapi ketulusan keluarga yang menjaganya membuat saya terharu, tidak sedikitpun rasa jijik yang ditampakkan oleh seorang ibu-ibu ketika menampung muntahan anaknya yang habis operasi. AllahuAkbar!!! jadi teringat akan mamah di rumah. jadi teringat bahwa jam segini saya belum memberi kabar ke beliau kemana saya pergi. jadi teringat bahwa sudah lama rasanya tidak bilang bahwa “saya sayang mama“
meresapi adzan mengalun dengan lembut sambil menatap langit jingga, memberikan rasa haru yang amat sangat.
fiiuhh!! fabiayyi ‘alaa irobbikumaa tukadzibaaan
sholat maghrib dan isya di masjid dekat gerbang utama komperta, mencoba mukena yang baru dicuci oleh ibu pengajian di masjid tersebut, mencium tangan-tangan mereka yang kulitnya tak lagi kencang, melihat binar mata mereka yang senang menatap kami mencium bau mukena yang wangi,, membuat kami semakin bersyukur, dan merasa bahwa Allah begitu dekat..
angan merapat dengan senja, terbenam bersama munculnya malam yang hening, tapi tak menyurutkan tekad saya untuk bangkit dan bergerak
semangat baru telah muncul dalam ruh. apapun yang terjadi, inilah yang terbaik dan sudah digariskanNYA! tidak ada yang perlu disesali, karena semua adalah pilihan! pahit ataupun manis!
*catatan sore hari menjelang usia seperempat abad*











& Komentar
Maret 10, 2009 pukul 4:28 pm
boleh minta foto yang eksotik di dermaga plaju ??? kirimin yee
Maret 10, 2009 pukul 4:59 pm
Komperta Bagus Kuning ye ?
atawa Komperta Plaju dek?
Intinya adalah kita harus selalu besyukur,
baik ketika mendapat kesenangan maupun dalam kesusahan..
adakah nikmat Allah SWT, yang adek dustakan?
Maret 11, 2009 pukul 6:41 pm
pemandangan sunset yang sangat menakjubkan
Maret 11, 2009 pukul 8:15 pm
Haduuu si bibi. kalo ngasih komen kayak gak ada masalah, pas di sini penuh perasaan banget
uhuk uhuk (sampe gak kuat)
Maret 12, 2009 pukul 1:31 pm
jadi kangen plaju hihihi
Maret 12, 2009 pukul 6:24 pm
hihi, t4 ku dulu jg melepas rindu dan kesedihan mb, tp skrg sudah digantike sm Pantai
,, lebih besak, lebih luas, lebh tenang, lebih puas, dan lebih jernih (dakbutek)
Maret 13, 2009 pukul 1:29 am
sampe sekarang belum sempet bepijak disanoh…
Maret 17, 2009 pukul 1:48 am
Potonya bagus mbah, itu ngambilnya pakai apaan sih mbah? Dasar won bingungan
Maret 17, 2009 pukul 6:05 am
Nice posting ..!!!
indahnya Plaju itu yach, lom pernah ke Sumsel/Palembang
Maret 31, 2009 pukul 10:11 pm
Tanda baca titiknya sedikit banget ya, g cape nyambung nafasnya he he he
Mau curhat malah jadinya dicurhatin ya?
Tipsnya : Jadilah pendengar yang baik meski mendengar itu tidaklah mudah.
April 13, 2009 pukul 4:48 pm
rumah ane deket komperta, di sentosa
ane juga dulu sering maen ke komperta menjelang sore…
tapi aktivitas yang ane lakukan yauitu melukis
semoga anti termasuk orang yang menghargai seni..
April 17, 2009 pukul 6:55 pm
Peh, k plaju lagi?? Dgn menu martabak jagung
*ana yg jd pndngarx, ibu yg siarannyo. Critomu blm kelarkn!* indahhh…nak melok dak!!;-)
September 1, 2009 pukul 2:27 am
jd inget jln jati no 123 komperta palju….
dari lahir sampe besar disana… 30thn…
kangeeeeeeeennnn……..
September 1, 2009 pukul 2:28 am
kgn sma rmh di jln jati no 123 komperta plaju…