Maret 10, 2009...12:45 am

Cinta Tanpa Syarat

Lompat ke Komentar

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua,

“Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka.

“Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya.

“Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan‘. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa.

Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu. Lalu nenek melanjutkan,

“Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita.”

Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan.

“Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi…. kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”

Nenek segera menimpali,

“Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

dedicated to someone yang mengerti akan “cinta titik”!

& Komentar

  • cinta titik ???? apa itu ???

    cinta itu ada tiga,
    1. cinta jika..
    KENAPA KAU MENCINTAIKU??
    aku cinta kau, jika kau cantik/ganteng, kaya, pintar, hebat, setia, baik hati, bla bla bla <== kalau embel2 setelah JIKA tadi tidak terpenuhi, maka cinta pun tak hadir :)

    2. cinta karena..
    KENAPA KAU MENCINTAIKU??
    aku cinta kau, karena kau cantik/ganteng,kaya, hebat, bla bla bla bla bla <== kalau kau tidak cantik/ganteng serta hebat, maka aku tak bisa mencinta mu

    3. cinta titik
    KENAPA KAU MENCINTAIKU??
    AKU CINTA KAU, YAH KARENA AKU CINTA, TITIK!

  • cuma Operator Cellular yang pake syarat dan ketentuan berlaku :P

    *Terms of Conditions Apply

    obener skali, Yah. etapi klo operator cellular pake prinsip cinta tak bersyarat, bisa bangkrut dong :D

  • kalo “cinta koma” ada gak bik?
    terus “cinta tanda tanya” ato mungkin “cinta tanda seru”??
    hehe..

    nah, ntar sayah tanya dg pakar cintalogy dulu yah *ngedor rumah syeikh husni mubarok*

  • ehm..
    duuh adik mb, dah bisa mendeskripsikan makna cinta lebih dalam ;)

    Saluuuuth… kpn nih married?

    Btw, judulnya sama dengan cerita yg mb tulis di blog mb edisi thn 2006 dan pernah mb up load di blog bahumas edisi
    Senin, 2007 November 26, ceritanya jg mirip2 dikit hehehe…

    merid? duh, ini aja baru patah hati :D doakan wae..
    cinta emang menginspirasi siapapun mbak.. nit blom baco tuh tulisan mbak ttg itu :D hihihih.. nit dpt kisah ini dari ebook :) , dipostingan sblmnya nit cantumin sumber ebook yg bisa di donlod

  • Kisah yang menarik untuk dijadikan bahan renungan dalam mengarungi hidup dengan orang-orang di sekitar kita.
    Salam kenal

    :smile: makasih udah main ke pos jaga saya, Mang.

  • Iya dek, mmg inspirasi dan fikiran manusia srg samaan ya..

    but, patah hatinya jgn kelamaan dunk ;)
    Masih banyak rumput2 hijau di luar sana :D
    (apa hubungannya…?!?)

    :lol: rumputnya sholih ga? :mrgreen:

  • wiii…!
    pengen deh jadi kakek yg punya istri kyk nenek itu..!

    kalo Pak Insan memiliki jiwa seperti si kakek, insyAllah istri Pak Insan sekarang juga kelak akan menjadi nenek itu :smile:

  • Sebuah posting yang sangat indah dan penuh pesan-pesan kehidupan ….

    Salam

    :smile: alhamdulillah, semoga bermanfaat..

  • bikin aku tersentuh

    makasih

    :cry: kisahnya memang sangat menyentuh..

  • sangat menyentuh, pesan yang disampaikan pun sangat dalam… salam kenal


Tinggalkan Balasan