Maret 9, 2009...1:42 am

Cinta Dan Waktu

Lompat ke Komentar

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan karena ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.
”Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan.
“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.

Cinta sedih sekali,

namun dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.

Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tak lama lewatlah Kecantikan.

“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta
“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itu lewatlah Kesedihan.

”Oh, Kesedihan. Bawalah aku bersamamu”, kata Cinta.
”Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.

”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu.

”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran.

”Sebab” kata orang itu
”Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu…”

nb : subhnAllah yah :) jadi ga bisa berkata apa2, karena saya sendiripun membuktikan, hanya waktu yang bisa membuktikan pada “cinta”, apa kah ia tulus atau tidak :)
saya baca cerita hikmah di atas pada sebuah ebook yang bisa teman2 donlod di sini. semoga bermanfaat!

& Komentar

  • Huaaa… :cry: ,, seddih.. *ambil tissu… berlari ke pantai :cry:

    *lempar tissue ke amel* laen nian yg lagi kasmaran :D terharu gala gala baco apo bae :D

  • tenang bu.. ntar saya buatin perahunya… perahu kertas gpp kan?

    duh, dikau baik sekali, de.. tumben :D boleh gpp pake kertas,tp kertasnya yg ada kop dpw =)) selamat berjuang merayu minta tuh kertas dg kak cek :-P , salam buat penghuni dpw, kangen euy, sm yeyen,mbak reni (bndhr), kak cek sm das

  • Waktu yang Indah hanya bisa dilewati dengan Derita yang Indah*
    Cinta yang penuh cerita hanya bisa di balikan dengan Cinta itu sendri.

    *Bukan maksud nak manggil Indah.

    mendadak cerdas dio mun ngomongin soal cinta :D

  • btw izin copas bu… Oke

    lajulah,tapi cantumke sumber yeh

  • Jaah… cinta lagi..
    No komeng dah , sekali ini…

    :D itu ayah dah komeng kok :D , resapi bae yah maknanyo, dem tuh komeng dalem ati bae :D

  • menurut sayah,
    cinta itu lahir seiring waktu
    mereka adik kakak dari rahim yg sama

    bener gak ya?
    hehe

    jadi rasanya ga mungkin ya pak ada “cinta pada pandangan pertama” ?? kan kita butuh waktu u/ membangun cinta yg sesungguhnya :mrgreen: seharusnya diganti “terpesona pada pandangan pertama” :mrgreen: ya kayak pak guru sama bidadari di rumah yg mo belajar di timur tengah itu :wink: uhuk uhuk

  • Jangan mengira cinta datang dari keakraban yang lama dan karena pendekatan yang tekun, cinta adalah kecocokan hati dan jika itu tak pernah ada, maka cinta tak akan pernah ada. Kapan dan berapapun lamanya …

    lama saya merenungi kata2 abang di atas.. :smile: berinteraksi sekian tahun pun kalau tidak ada kecocokan hati, maka cintapun tak bisa menjadi perekatnya. tapi walau baru bertemu, saat kecocokan itu hadir, maka cinta yg akan menyatukannya. SubhnAllah.. Makasih bang u/ kalimat magic nya :smile:

  • kenapa harus cinta….????


Tinggalkan Balasan