Ifthor Jama’i adalah momen “buka puasa bareng” yang selalu ditunggu ketika Romadhon-bulan penuh berkah- datang. Pekan awal jatahnya keluarga, setelah dari situ, mulai absen duduk manis di meja makan, kembali memenuhi undangan ataupun menjadi panpel buka bareng temen-temen ato organisasi yang digeluti. Pun saya tahun ini.
Dua tahun lalu, ketika amanah sedang banyak-banyaknya, jadwal ifthor full. (Allahuakbar!! Jadi begitu rindu masa-masa itu..). Mulai dari buber (buka bersama .red) alumni paskibra 10, ADS (aktivis Dakwah Sekolah) 10, Foramus 10 (Forum Alumni-Muslim 10), Forum Dakwah Sekolah Zona Bukit, IMAPIB (Ikatan Remaja Masjid dan Pemuda – Bukit), Rohis MAN 3, IRMA Nurul Falah, DPC PKS Ilir Barat 1, DPRa PKS Siring Agung, LDK Refah, sampai pada buber yang lebih private, seperti liqoah, atau dengan sobat-sobat kuliah, aa iam dkk, temen gila bareng di MI Polsri, en Pakwo dkk, sodara senasib sepenanggungan di kelas Bahasa Arab IAIN. Semua dijalani dengan penuh suka cita, “kencan” dengan sahabat terbaik pun menjadi momen berbagi yang tidak pernah terlewatkan selama bulan puasa.
Romadhon memang bulan mulia. Peluang beramal melalui pintu silaturrohim dibuka seluas-luasnya oleh Allah. Siapa yang cepat dan cerdas memanfaatkan peluang, maka dia lah yang kelak MENANG dan kembali Fithri..
Tahun ini, begitu banyak momen yang terlewatkan. Asstaghfirullah, saya telah menyia-nyiakan begitu banyak peluang bersilaturrohim dengan sahabat-sahabat lama pada romadhon kali ini. Bagaimana tidak, lebih dari lima kali ifthor jama’i yang digelar terlewati begitu saja. Walau, ada alasan syar’i (insyAllah) tentunya. Yang pertama, ifthor DPC PKS Ilir Barat 1 dan DPRa Siring Agung, ga bisa saya ikuti karena harus berangkat ke Kabupaten Banyuasin, reuni dengan teman-teman KKN (dulu). Tiga hari disana, tiga kali pula momen yang terlewatkan. Dua yang diatas, lalu satu lagi, buber ADK (aktivis dakwah kampus .red) Akhwat IAIN, hari itu saya baru pulang dari Banyuasin, alhamdulillah masih sempat memenuhi undangan menjadi muwajih tamu di acara itu juga, walau ga bisa bersama saat bedug maghrib. Berikutnya, Buka Puasa Bareng Pengurus Internal DPW PKS Sumsel beserta Insan Pers Sumsel di Rumah Makan Pagi Sore, juga ga terlalui begitu saja, alasannya? Mama sakit hari itu. Tidak tega meninggalkan rumah begitu saja, sedang mama masih tertatih menyiapkan menu berbuka untuk yang berpuasa di rumah. Finally, saya memilih untuk tawazun hari itu. tiga momen lagi yang terlewatkan, Ifthor Jama’i Foramus 10 beserta Rohis 10, kali ini saya mengakui tidak ada alasan syar’i untuk diajukan. Klise, Cape!! Aktivitas full hari itu, pulang udah sore. Buber anak bahasa arab 2004 juga ga bisa saya hadiri. Terakhir, Buka Puasa Bareng para Blogger wongkito sesi pertama di Bakso PS. Tepar… Demam dan bedrest!!
Semoga ikhtiar yang minimal ini bisa sedikit membuat Allah tersenyum melihat hambaNYA yang dhoif seperti saya.
Buka Puasa Bareng “Pici Basodara” menjadi obat dari ke-alpa-an saya di atas. 20 September 2008, Hari Sabtu tepatnya, kita ngumpul di Noodle Cafe, Palembang Square. Ada Kak Oeni, Kak Rio, Aan, Amel, Echi dan Ezza. Ada tiga yang tidak hadir sore itu, Erik, Yana dan Indah. Ayah Yana masuk Rumah Sakit (Alhamdulillah udah keluar sekarang), so, Erik sebagai soulmatenya nemenin de’ Yana jagain Ayah RS Myria, dekat GP
kalo indah? Ga dapet izin dari mama
ezza juga Cuma nongol bentar, alhamdulillah.. Kesampean juga melihat sosok gondrong yang katanya hobi main skateboard itu. Saat pulang, baru nyadar kalo ga sempet poto-poto
kak rio bilang.. “save di fikiran masing-masing aja..”
Bareng uyik, sang sahabat terbaik, juga tidak terlewatkan
hmm.. Banyak hal yang dia bagi malam itu. Tetap semangat, sis!! Jangan perdulikan apa kata orang jika hal itu membuat mu semakin lemah. Teruslah lakukan apa yang terbaik..
ada ibu nit di sini
Lalu, kemarin, buber blogger wongkito sesi dua di Ayam Penyet, PS. Alhamdulillah.. Bisa mewakili saudara-saudara saya yang ga bisa hadir malam itu
Berikutnya, saya sedang menanti aa iam dari jakarta, abang dian beserta calon istri dari muara enim, abang eja beserta istri dari linggau, kak ema dari jogja, cek ryn, adek nana dan abang deni.
sahabat sekaligus saudara saya semasa kuliah di politeknik. Sejak lulus, kita ga pernah absen buat kumpul. Dan nginep
biasanya di rumah abang deni atau rumah saya. Masak bareng, bakar sate, keliling kota palembang, makan sea food, makan pecel lele, cari bakso anget, nasi goreng.. Huff… Kangeeen.. insyAllah kalo jadi hari ahad ato senin ini.
Ramadhan memang penuh berkah.. Ramadhan memang penuh cinta.. Ramadhan memang bulan mulia.. Se-mulia ketertatihan ikhtiar setiap muslim yang berlomba menjadi insan taqwa di bulan penuh rahmat..
(Sabtu, 27 September 2008)











2 Tanggapan
Januari 26, 2009 pukul 2:51 pm
Aslm..Krimin Contoh proposal_a Dnkz…!!!
kami juga pngen ngadain Ifthar Jama’i..
Tlg dkirim ya..
Januari 29, 2009 pukul 8:46 am
Melia : kirimnya kemana mbak? btw, yg pake proposal biasanya ifthor2 besar yg butuh bantuan dana dari eksternal. klo yg bisa di back up sendiri mah, ga usah pake proposal.
makasih sudah mampir ke blog saya